Rabu, 21 Maret 2012

tugas kesehatan mental

Konsep Sehat Dan Dimensinya 

Apa itu sehat ??

Banyak orang berpikir bahwa sehat adalah tidak sakit, maksudnya apabila tidak ada gejala penyakit yg terasa berarti tubuh kita sehat. Padahal pendapat itu kurang tepat. Ada kalanya penyakit baru terasa setelah cukup parah, seperti contohnya penyakit kanker yang baru diketahui setelah stadium 4. Apakah berarti sebelumnya penyakit kanker itu tidak ada? Tentu saja ada, tetapi tidak terasa. Berarti tidak adanya gejala penyakit bukan berarti sehat. Namun demikian, pengertian sehat secara universal adalah keadaan yang sempurna baik fisik , mental dan social tidak hanya bebas dari penyakit. Pengertian sehat menurut UU Pokok Kesehatan No. 9 tahun 1960, Bab I Pasal 2 adalah keadaan yang meliputi kesehatan badan (jasmani), rohani (mental), dan sosial, serta bukan hanya keadaan bebas daripenyakit, cacat, dan kelemahan. Pengertian sehat tersebut sejalan dengan pengertian sehat menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 1975 sebagai berikut: Sehat adalah suatu kondisi yang terbebas dari segala jenis penyakit, baik fisik, mental, dan sosial. Dan Sehat Menurut UU No.23,1992 tentang Kesehatan :Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Dalam pengertian ini maka kesehatan harus dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh terdiri dari unsur –unsur fisik, mental dan sosial dan di dalamnya kesehatan jiwa merupakan bagian integral kesehatan. Sedangkan definisi sakit adalah seseorang dikatakan sakit apabila ia menderita penyakit menahun (kronis), atau gangguan kesehatan lain yang menyebabkan aktivitas kerja/kegiatannya terganggu. Walaupun seseorang sakit (istilah sehari -hari) seperti masuk angin, pilek, tetapi bila ia tidak terganggu untuk melaksanakan kegiatannya, maka ia di anggap tidak sakit.

Dimensi Sehat 
Dimensi sehat harus dinilai sebagai satu kesatuan yang utuh yang terdiri dari unsur-unsur fisik, mental dan social. Di dalamnya kesehatan jiwa merupakan bagian integral kesehatan.
dimensi kesehatan terdiri dari empat bagian , dimensi tersebut saling berkaitan saling berinteraksi dan mempengaruhi dalam mewujudkan tingkat kesehatan seseorang : 
1. Kesehatan fisik terwujud apabila sesorang tidak merasa danmengeluh sakit atau tidak adanya keluhan dan memang secara objektif tidak tampak sakit. Semua organ tubuh berfungsi normal atau tidak mengalamigangguan.
2. Kesehatan mental (jiwa) mencakup 3 komponen, yakni pikiran,emosional, dan spiritual.
• Pikiran sehat tercermin dari cara berpikir atau jalan pikiran seseorang jika mereka selalu berfikir secara positif maka hal yang mereka dapatkan juga positif dengan hal-hal yang baik 
• Emosional sehat tercermin dari kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya, misalnya takut, gembira, kuatir, sedih dan sebagainya.
Contoh : Seseorang dengan napas yang terengah-engah dan sering batuk mungkin akan menyalahkan cuaca dingin jika ia secaraemosional tidak dapat menerima kemungkinan menderita penyakit saluran pernapasan.Banyak orang yang memiliki reaksi emosional yang berlebihan, yang berlawanandengan kenyataan yang ada, sampai-sampai mereka berpikir tentang risiko menderita kanker dan akan menyangkal adanya gejala dan menolak untuk mencari pengobatan.Ada beberapa penyakit lain yang dapat lebih diterima secara emosional, sehinggamereka akan mengakui gejala penyakit yang dialaminya dan mau mencari pengobatanyang tepat

• Spiritual sehat tercermin dari cara seseorang dalam mengekspresikan rasa syukur, pujian, kepercayaan dan sebagainya terhadap sesuatu di luar alam fanaini, yakni Tuhan Yang Maha Kuasa (Allah SWT dalam agama Islam). Misalnya sehat spiritual dapat dilihat dari praktik keagamaan seseorang. Aspek spiritual juga dapat terlihat dari bagaimana seseorang menjalani kehidupannya,mencakup nilai dan keyakinan yang dilaksanakan, hubungan dengan keluarga atau teman, dan kemampuan mencari harapan dan arti dalam hidup.Spiritual bertindak sebagai suatu tema yang terintegrasi dalam kehidupan seseorang.Spiritual seseorang akan mempengaruhi cara pandangnya terhadap kesehatan dilihatdari perspektif yang luas. Fryback (1992) menemukan hubungan kesehatan dengan keyakinan terhadap kekuatan yang lebih besar, yang telah memberikan seseorang
keyakinan dan kemampuan untuk mencintai. Kesehatan dipandang oleh beberapa orang sebagai suatu kemampuan untuk menjalani kehidupan secara utuh. Pelaksanaan perintah agama merupakan suatu cara seseorang berlatih secara spiritual. 

3. Kesehatan sosial terwujud apabila seseorang mampu berhubungan denganorang lain atau kelompok lain secara baik, tanpa membedakan ras, suku,agama atau kepercayan, status sosial, ekonomi, politik, dan sebagainya, sertasaling toleran dan menghargai.

4. Kesehatan dari aspek ekonomi terlihat bila seseorang (dewasa) produktif,dalam arti mempunyai kegiatan yang menghasilkan sesuatu yang dapat menyokong terhadap hidupnya sendiri atau keluarganya secara finansial. Bagimereka yang belum dewasa (siswa atau mahasiswa) dan usia lanjut (pensiunan), dengan sendirinya batasan ini tidak berlaku. Oleh sebab itu, bagikelompok tersebut, yang berlaku adalah produktif secara sosial, yakni mempunyai kegiatan yang berguna bagi kehidupan mereka nanti, misalnyaberprestasi bagi siswa atau mahasiswa, dan kegiatan sosial, keagamaan, ataupelayanan kemasyarakatan lainnya bagi usia lanjut.

Teori Freud  mengatakan bahwa kepribadian individu atau seseorang di tentukan atas dasar perkembangan pada masa dari mulai dalam kandungan sampai dengan usia lansia, sedangkan pada masa oral dimensi  atau karakter individu tersebut mulai berkembang
(1)tahap oral:0-1tahun,
(2) tahap anal: 1-3 tahun,
(3) tahap falik: 3-6tahun,
(4) tahap latency: 6-12 tahun,
(5) tahap genital: 12-18 tahun,
(6)tahap dewasa, yang terbagi dewasa awal, usia setengah baya dan usia senja.
Sedangkan adanya ide ego dalam karakter manusia itu sendiri berbentuk atau bersikap kesenangan, dan ego tugasnya adalah sebagai pelaksana agar tidak melanggar untuk mengetahui baik buruknya melakukan tindakan ego.
Ericson :
Trus vs Mistrus (0-1th)
Di masa ini anak-anak belajar membedakan peranan pola asuh yang di berikan.
Otonom vs Malu (1-3th)
Di masa ini si anak mengembangkan rasa percaya dirinya serta kemandirian.
Inisiatif vs Rasa bersalah (3-6th)
Masa ini si anak melakukan perkembangan belajar menciptakan karya sendiri.
Identitas dan penolakan vs Difusi identitas (12-20th)
Individu belajar mencari identitas diri.
Intimidasi dan solidaritas vs Isolasi (20-35th)
Individu akan merasa saling ketertarikan antar lawan jenis.


Generalitas vs Stagnasi (35-65th)
Penting pada masa ini karena apabila gagal akan terjadi penetapan gagal pada generasinya.
Integritas pada keputusan (dewasa akhir(65th)
Pada masa ini individu akan merasa kecewa dan muncul kerendahan hati karena merasa bisa meraih hal yang diinginkan pada masa ini.

Jelaskan apa itu kepribadian sehat :
Baik behaviorisme maupun psikoanilis tidak berbicara mengenai potensi kita untuk bertumbuh, keinginan kita untuk menjadi lebih baik atau lebih banyak dari pada yang ada. Kita dilihat oleh para behavioris sebagai orang-orang yang memberikan respon secara pasif terhadap stimulus-stimulus dari luar oleh ahli-ahli siko analisis sebagai korbandari kekuata-kekuatan biologis dan konflik-konflik anak-anak.
Abraham moslow menyatakan masalah itu dengan jelas apabila anda sengaja merencanakan untuk menjadi kurang dari pada kemampuan anda, maka saya memperingatkan bahwa anda tidak akan berbahagia dengan kehidupan anda selanjutnnya.
 Daftar pustaka :
Papalia e diane olds wendkos sally,(2009). Human development new York USA
Andreas JL (1989) Psyhopysiology human behyavior psylogical response . hills dale new jersey : erlbawn

kesehatan mental & dimensi

Konsep Sehat Dan Dimensinya 

Apa itu sehat ??

Banyak orang berpikir bahwa sehat adalah tidak sakit, maksudnya apabila tidak ada gejala penyakit yg terasa berarti tubuh kita sehat. Padahal pendapat itu kurang tepat. Ada kalanya penyakit baru terasa setelah cukup parah, seperti contohnya penyakit kanker yang baru diketahui setelah stadium 4. Apakah berarti sebelumnya penyakit kanker itu tidak ada? Tentu saja ada, tetapi tidak terasa. Berarti tidak adanya gejala penyakit bukan berarti sehat. Namun demikian, pengertian sehat secara universal adalah keadaan yang sempurna baik fisik , mental dan social tidak hanya bebas dari penyakit. Pengertian sehat menurut UU Pokok Kesehatan No. 9 tahun 1960, Bab I Pasal 2 adalah keadaan yang meliputi kesehatan badan (jasmani), rohani (mental), dan sosial, serta bukan hanya keadaan bebas daripenyakit, cacat, dan kelemahan. Pengertian sehat tersebut sejalan dengan pengertian sehat menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 1975 sebagai berikut: Sehat adalah suatu kondisi yang terbebas dari segala jenis penyakit, baik fisik, mental, dan sosial. Dan Sehat Menurut UU No.23,1992 tentang Kesehatan :Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Dalam pengertian ini maka kesehatan harus dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh terdiri dari unsur –unsur fisik, mental dan sosial dan di dalamnya kesehatan jiwa merupakan bagian integral kesehatan. Sedangkan definisi sakit adalah seseorang dikatakan sakit apabila ia menderita penyakit menahun (kronis), atau gangguan kesehatan lain yang menyebabkan aktivitas kerja/kegiatannya terganggu. Walaupun seseorang sakit (istilah sehari -hari) seperti masuk angin, pilek, tetapi bila ia tidak terganggu untuk melaksanakan kegiatannya, maka ia di anggap tidak sakit.

Dimensi Sehat 
Dimensi sehat harus dinilai sebagai satu kesatuan yang utuh yang terdiri dari unsur-unsur fisik, mental dan social. Di dalamnya kesehatan jiwa merupakan bagian integral kesehatan.
dimensi kesehatan terdiri dari empat bagian , dimensi tersebut saling berkaitan saling berinteraksi dan mempengaruhi dalam mewujudkan tingkat kesehatan seseorang : 
1. Kesehatan fisik terwujud apabila sesorang tidak merasa danmengeluh sakit atau tidak adanya keluhan dan memang secara objektif tidak tampak sakit. Semua organ tubuh berfungsi normal atau tidak mengalamigangguan.
2. Kesehatan mental (jiwa) mencakup 3 komponen, yakni pikiran,emosional, dan spiritual.
• Pikiran sehat tercermin dari cara berpikir atau jalan pikiran seseorang jika mereka selalu berfikir secara positif maka hal yang mereka dapatkan juga positif dengan hal-hal yang baik 
• Emosional sehat tercermin dari kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya, misalnya takut, gembira, kuatir, sedih dan sebagainya.
Contoh : Seseorang dengan napas yang terengah-engah dan sering batuk mungkin akan menyalahkan cuaca dingin jika ia secaraemosional tidak dapat menerima kemungkinan menderita penyakit saluran pernapasan.Banyak orang yang memiliki reaksi emosional yang berlebihan, yang berlawanandengan kenyataan yang ada, sampai-sampai mereka berpikir tentang risiko menderita kanker dan akan menyangkal adanya gejala dan menolak untuk mencari pengobatan.Ada beberapa penyakit lain yang dapat lebih diterima secara emosional, sehinggamereka akan mengakui gejala penyakit yang dialaminya dan mau mencari pengobatanyang tepat

• Spiritual sehat tercermin dari cara seseorang dalam mengekspresikan rasa syukur, pujian, kepercayaan dan sebagainya terhadap sesuatu di luar alam fanaini, yakni Tuhan Yang Maha Kuasa (Allah SWT dalam agama Islam). Misalnya sehat spiritual dapat dilihat dari praktik keagamaan seseorang. Aspek spiritual juga dapat terlihat dari bagaimana seseorang menjalani kehidupannya,mencakup nilai dan keyakinan yang dilaksanakan, hubungan dengan keluarga atau teman, dan kemampuan mencari harapan dan arti dalam hidup.Spiritual bertindak sebagai suatu tema yang terintegrasi dalam kehidupan seseorang.Spiritual seseorang akan mempengaruhi cara pandangnya terhadap kesehatan dilihatdari perspektif yang luas. Fryback (1992) menemukan hubungan kesehatan dengan keyakinan terhadap kekuatan yang lebih besar, yang telah memberikan seseorang
keyakinan dan kemampuan untuk mencintai. Kesehatan dipandang oleh beberapa orang sebagai suatu kemampuan untuk menjalani kehidupan secara utuh. Pelaksanaan perintah agama merupakan suatu cara seseorang berlatih secara spiritual. 

3. Kesehatan sosial terwujud apabila seseorang mampu berhubungan denganorang lain atau kelompok lain secara baik, tanpa membedakan ras, suku,agama atau kepercayan, status sosial, ekonomi, politik, dan sebagainya, sertasaling toleran dan menghargai.

4. Kesehatan dari aspek ekonomi terlihat bila seseorang (dewasa) produktif,dalam arti mempunyai kegiatan yang menghasilkan sesuatu yang dapat menyokong terhadap hidupnya sendiri atau keluarganya secara finansial. Bagimereka yang belum dewasa (siswa atau mahasiswa) dan usia lanjut (pensiunan), dengan sendirinya batasan ini tidak berlaku. Oleh sebab itu, bagikelompok tersebut, yang berlaku adalah produktif secara sosial, yakni mempunyai kegiatan yang berguna bagi kehidupan mereka nanti, misalnyaberprestasi bagi siswa atau mahasiswa, dan kegiatan sosial, keagamaan, ataupelayanan kemasyarakatan lainnya bagi usia lanjut.