Kamis, 05 April 2012

Zaman Batu

           

a.       Zaman Batu Tua (Palaeolithikum)
   Alat-alat batu yang digunakan pada zaman Batu Tua masih sangat kasar sebab teknik pembuatannya masih sderhana. Alat-alat batu ini dibuat dengan cara membenturkan antara batu yang satu dengan batu yang lainnya. Pecahan batu yang menyerupai bentuk kapak, mereka pergunakan sebagai pemotong kayu. Ada pula alat yang dipangkas dengan rapi sebelum dipergunakan.
   Berdasarkan nama tempat penemuannya, hasil-hasil kebudayaan zaman Batu Tua di Iindonesia dibagimenjaddi dua, yaitu kebudayaan Pacitan dan kebudayaan Ngandong.
1)      Kebudayaan Pacitan
   Alat-alat batu dari Pacitan ditemukan oleh Von Koeningswald, pada tahun 1935 di Kali Baksoka, Desa Punung, Pacitan, Jawa timur. Alat-alat batu dari Pacitan ini berupa kapak genggam (kapak tak bertangkaiyang digunakan dengan cara menggenggam ), kapak perimbas, kapak penetak, pahat genggam, dan yang paling banyak berupa alat-alat kecil yang disebut alat serpih. Alat-alat batu tersebut berasal dari lapisan Pleitosen Tengah.
   Selain di Pacitan, alat-alat batu tersebut juga ditemukan di Sukabumi (Jawa Barat), Perigi dan Gombong (Jawa Tengah), Tambangsawah (Bengkulu), Lahat (Sumatra Selatan), Kaliada (Lampung), Awangbangkal (Kalimantan Selatan), Cabbenge (Sulawesi Selatan), Sembiran dan Tryunan
(Bali), Batu Tring (Sumbawa), maumere (Flores), dan Atambua (Timor).
2)      Kebudayaan Ngandong
   Alat-alat batu dari Ngandong dekat Ngawi, Jawa Timur berupa kapak-kapak genggam  dari batu dan alat-alat serpih (flake). Alat-alat kecil yang termasuk kebudayaan Ngandong ditemukan pula di Sngiran, Jawa Tengah dan di Cabbenge, (Sulawesi Selatan), Di samping itu pada kebudayaan Ngandong di temukan pula alat-alat dari tulang dan tanduk. Alat-alat dari tulang  tersebut berupa alat penusuk (belati), ujung tombak dari tulang dengan gerigi paga kedua sisinya, alat pengorek ubi dan keladi, tanduk menjangan yang diruncingkan, dan duri ikan pari yang digunakan sebagai mata tombak.   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar